Sinopsis Zero Chronicle

Sinopsis Zero Chronicle

Sinopsis Zero Chronicle

Di dunia ini terdapat dua buah kerajaan, yaitu: Kerajaan Cahaya yang mengambang di atas langit dan Kerajaan Kegelapan berada di atas tanah. Kedua kerajaan ini mempunyai peran di dalam merawat keseimbangan anatar sinar dan kegelapan.

Tapi belakangan ini, raja kegelapan gagal di dalam merawat keseimbangan itu. Hal itu berdampak pada merajalelanya kebolehan gelap dan bangkitnya monster-monster. Hal itu menyebabkan banyak rakyat yang hidup di kerajaan kegelapan menjadi kehilangan nyawa.

Pada hari itu, suatu desa di dalam daerah kerajaan kegelapan tiba-tiba di serang oleh sekawanan monster. Para warga desa berusaha sekuat tenaga untuk menghadang monster-monster yang datang.

Selagi warga desa berusaha menyingkirkan monster yang menyerang, seorang pemuda berusaha menyita peran untuk menyelamatkan anak-anak yang berada di desa. Dengan sekuat tenaganya, pemuda itu mempunyai anak-anak desa lari dan mencegah dari dari ancaman monster. Mereka mencoba berlari secepat mungkin menuju ke daerah yang aman.

Sayangnya usaha mereka tak mebuahkan hasil. Para monster berhasil mengejar dan menghabisi nyawa anak-anak itu.

Sang pemuda hanya sanggup menyelamatkan satu orang anak yang tak lama kemudian meninggal karena sakit.

Kejadian itu meninggalkan luka yang mendalam bagi pemuda itu. Dia berlarut-larut di dalam rasa sedih dan rasa sakit. Hanya dirinya seorang yang bertahan hidup di desa tersebut. Para warga yang tadinya berusaha menyingkirkan monster, seutuhnya telah tewas.

Dalam kesedihannya, pemuda itu mengutuk raja kegelapan yang tak sanggup merawat wilayahnya. Sejak waktu itu, dia bertekad untuk pergi menuju pusat kerajaan kegelapan dan memperbaiki keadaan bersama menjadi seorang raja pada kerajaan kegelapan.

Review singkat
Anime ini mempunyai cerita yang cukup berat bersama kesan yang gelap. Shironeko Project: Zero Chronicle tampaknya mencoba untuk kembali pada format fantasi yang “old-school”, sebelum saat jaman isekai menjamur. Anime ini mencoba untuk mempunyai kesan cerita yang serius. Tema putih melawan hitam. Terang melawan gelap.

Sebenarnya formula ini cukup sederhana dan menarik. Tapi sayangnya dibawakan bersama amat terburu-buru. Baik cerita maupun pengembangan karakternya amat cepat sehingga tak terbangun bersama baik. Hal itu malah menyebabkan anime ini kesulitan untuk dinikmati.

Sifat karakter utamanya menjadi tak begitu sadar karena alurnya amat tergesa-gesa. Tiba-tiba saja seorang pemuda antah berantah yang entah darimana asalnya, entah bagaimana orangnya, entah bagaimana latar belakangnya, eh tiba-tiba pengen menjadi raja.

Selain itu karakternya terhitung amat banyak. Yang malah menyebabkan anime ini makin susah untuk aku nikmati. Banyaknya jumlah karakter menyebabkan anime ini susah untuk fokus pada karakter utamanya. Padahal yang pengen aku tonton itu aksi dan pengembangan karakter dari tokoh utamanya, bukan tokoh sampingan.

Tak hanya anime ini sih, pokoknya anime yang karakternya amat banyak itu tidak cukup aku sukai. Kecuali jika jumlah episodenya agak panjang layaknya Naruto atau Fullmetal Alchemist, bolehlah dikenalin karakternya satu-satu. Tapi ini menjadi persoalan jika jumlah episodenya hanya sedikit layaknya Shironeko Project: Zero Chronicle. Akibatnya karakter yang banyak ini menjadi mubazir dan tak mempunyai pengaruh mirip sekali.

Secara umum, aku pribadi tidak cukup suka sih mirip anime ini. Mungkin boleh dicoba sih membuat anda yang telah suntuk mirip genre fantasi isekai dan kembali nyari fantasi murni tanpa embel-embel isekai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *