Punya Ayah Penjahat yang Diburu Pemerintah Dunia Boy and Dad Relationship

Punya Ayah Penjahat yang Diburu Pemerintah Dunia Boy and Dad Relationship

 

Membaca narasi- narasi Kompasianer mengenai kemesraan mereka dengan si Papa membuat aku senyum- senyum sendiri.

Terdapat yang mengatakan kekagumannya kepada si Papa, terdapat pula yang menggambarkan pengalaman terbaiknya dengan wujud kepala keluarga itu, terdapat pula yang menjabarkan berartinya wujud Papa untuk buah hatinya.

Tetapi sempat tidak sih Kompasianer terbesit gimana rasanya apabila memiliki Papa yang jadi buronan dari penguasa bumi? Kesalahan yang dicoba si Papa juga terhitung kesalahan tingkatan Global alhasil penguasa bumi memutuskan angka buronannya bagaikan yang paling tinggi di bumi.

Betul, perasaan seperti itu yang dialami oleh kapten meniru laut topi jerami, Monkey D. Luffy. Kepribadian fantasi anime One Piece karangan Eiichiro Oda ini dikisahkan memiliki Papa bernama Monkey D. Naga yang ialah penjahat dengan angka buronan paling tinggi di bumi.

Bunda Luffy juga belum dikenal siapa serta apa profesinya, tetapi dari kecil Luffy telah diurus oleh si Eyang, Monkey D. Garp yang ialah delegasi admiral angkatan laut dan seseorang preman gunung bernama Dadan.

Kepribadian Luffy ini sesungguhnya lumayan memasygulkan karena hingga beliau tiba umur belasan tahun beliau tidak mengenali siapa Papa serta Ibunya. Beliau terkini diberitahu si Eyang kalau Bapaknya merupakan Monkey D. Naga, penjahat no 1 di bumi dikala beliau berumur 17 tahunan.

Ternyata terkejut, Luffy dengan polosnya menanggapi” Siapa ia?” serta” Hei sahabat, apa kamu ketahui siapa Naga itu?”. Luffy ini memanglah ditafsirkan bagaikan kepribadian yang polos serta bebal, jadi para fans One Piece telah tidak bingung lagi dengan reaksinya.

Naga memanglah berangkat dengan alibi yang baik, ialah membuat gerombolan revolusi yang bermaksud menggelindingkan penguasa bumi yang korup serta semena- mena kepada orang jelata.

Tetapi salahnya, Naga terkesan bebas tangan hendak era depannya Luffy. Ditambah lagi kedudukan si Bunda yang tidak menyambangi diberitahukan oleh Eiichiro Oda, membuat seolah kedua orang berumur Luffy ini tidak bertanggung jawab atas sang buah batin.

Perihal ini juga mendekati semacam yang dirasakan Sarada Uchiha, anak dari Sasuke Uchiha. Beliau telah ditinggal oleh Sasuke dikala sedang kecil, serta membuat Sarada tidak mengidentifikasi Sasuke dikala awal kali mereka berjumpa sehabis bertahun- tahun.

Mirisnya, Sasuke juga apalagi tidak mengidentifikasi anak perempuannya sendiri serta menodongnya dengan Shuriken( sejenis pisau khas ninja dari Jepang).

Perihal itu membuat Sarada sakit batin memandang perlakuan Bapaknya itu. Tetapi kelainannya dengan Luffy, Sarada juga wujud Bunda dalam diri Sakura yang senantiasa menjaganya sepanjang Sasuke bepergian mencari sisa- sisa badan Otsutsuki.

Memanglah perginya Sasuke ini amat berargumen karena cuma beliau salah satunya orang yang memiliki Rinnegan serta dapat pergi masuk dampingi format. Tetapi dapat kita amati, Sasuke seolah melalaikan kewajibannya pula bagaikan seseorang Papa, walaupun belum lama ini beliau telah kerap stay di Konoha serta melatih Sarada. Bisa jadi Sasuke khilaf serta terkini siuman hendak kesalahannya sehabis mengikuti lagu” Tidak sering Kembali” dari Jenita Janet. Hahaha, berbual guys.

Nah, dari cerita kedua figur anime itu, banyak perihal yang dapat aku ilustrasi serta pelajari dan menjauhi kekeliruan yang dicoba dari wujud Papa dalam diri Sasuke serta Naga itu.

Jelas saja, aku telah dewasa 21 tahun serta bisa jadi 5 hingga 10 tahun lagi hendak jadi seseorang Papa. Jadi, kisah- kisah parenting meski cuma dalam anime, merupakan suatu rujukan yang baik serta menarik atensi aku belum lama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *