Cerita Naruto Chapter 3 | Animasi

Cerita Naruto Chapter 3 | Animasi

Cerita Naruto Chapter 3 | Animasi

Cerita sebelumnya…..
“Bagaimana kau bisa jelas bahwa saya bukan Iruka?!” bertanya Iruka palsu yang ternyata adalah Mizuki yang gunakan ‘Henge no jutsu’.
“He he he,” ucap Naruto bersama cengirannya.
Boft!!!!
“Karena akulah Iruka,” seru Iruka yang membiarkan jutsu perubahannya. Ternyata dia sukses mendahului Mizuki dan menyamar menjadi Naruto palsu.
“Jadi begitu,” ucap Mizuki bersama cengirannya.
*****
Nampak berasal dari kejauhan, Naruto yang tengah bersembunyi dibalik pohon. Gulungan terlarang dipeluk erat bersama tangannya sambil menyimak Mizuki dan Iruka.
“He he he, kau baru saja berubah menjadi apa yang membunuh orangtuamu untuk melindunginya,” ledek Mizuki pada Iruka yang masih bersandar di sebuah pohon akibat serangan tadi.
“Aku tak menghendaki gulungan itu jatuh ke tangan orang sepertimu!” kata Iruka.
“Bodoh kau! naruto dan saya itu sama!” seru Mizuki membuat Iruka kaget sekaligus bingung.
“Apa maksudmu?” bertanya Iruka. Naruto nampak mendengarkan percakapan mereka berasal dari jauh.
“Jika kau gunakan jurus yang ada di gulungan itu, kau bisa lakukan apa pun yang kau mau. Tetap ada kemungkinan Kyuubi dapat gunakan kekuatan berasal dari gulungan itu. Berbeda sekali bersama yang kau duga,” terang Mizuki.
“Ya,” jawab Iruka singkat. Naruto terperanjat lantas tertunduk sedih sehabis mendengar jawaban berasal dari Iruka.
‘Aku dengar itu, bahkan guru Iruka termasuk tidak mengakuiku,’ kata Naruto didalam hati yang jadi sendu.
“Kyuubi kemungkinan lakukan itu. Tapi, Naruto berbeda. Dia…. Aku terlah mengakuinya sebagai murid terbaikku,” ucap Iruka. Nampak Naruto terperanjat mendengar perbincangan Iruka.
”Dia kemungkinan agak pemalas. Dan dia termasuk canggung dikarenakan tidak ada yang menerimanya, dia udah jelas rasa sakit dihatimu. Tetapi dia bukan Kyuubi. Dia salah satu ninja Konoha. Dia Uzumaki Naruto,” lanjut Iruka menatap Mizuki tajam.
Teesh….
Setetes air jatuh. Naruto menangis mendengar perbincangan Iruka. Tangisan puas dikarenakan dia udah diakui oleh Iruka. Nampak Mizuki kesal dan tidak terima penjelasan Iruka.
“Huh! Terserah!” seru Mizuki sambil mengambil shuriken besar yang dia bawa dibalik punggungnya.
“Arrgh! Ugh!” Iruka mengaduh selagi coba bangun berasal dari duduknya akibat bekas luka tusukan Shuriken dipunggungnya selagi melindungi Naruto tadi –tengok Naruto ch 1 (Part 2)-.
“Iruka, saya dulu menyatakan dapat mengurusmu nanti. Tapi saya berubah pikiran. Matilah kau!!!!” seru Mizuki mengambil posisi siap melemparkan shuriken kearah Iruka. Namun, Iruka nampak tersenyum bersama darah yang mengalir dimulutnya.
DUAK!!! SWIIIING!!!
Naruto nampak berasal dari tempatnya bersembunyi. Dengan telak Naruto menyerang Mizuki, supaya shuriken besar itu terlepas berasal dari genggamannya.
“Naruto!!!” ucap Iruka yang masih terlalu terkejut.
“Tak seharusnya kau lakukan itu,” geram Mizuki yang jatuh tersungkur ke tanah akibat serangan mendadak Naruto.
“Jangan sentuh guru Iruka! Atau kubunuh kau!!” ucap Naruto tajam.
“Bodoh, kenapa kau keluar?! Cepat lari!!!” seru Iruka khawatir.
“Hahaha, saya bisa membunuh orang sepertimu sekali pukul,” ejek Mizuki bersama tawa meremehkan. Namun, Naruto nampak tidak perduli ucapan Mizuki.
“Cobalah, sampah! Akan kubalas seribu kali” balas Naruto. Tatapannya tajam dan dia bersiap merapal jutsu.
“Coba saja! Kyuubi!!!” teriak Mizuki. Iruka cuma bisa menyimak mereka, dikarenakan lukanya yang terlalu parah. Dan yang berlangsung selanjutnya membuat Iruka tercengang.
KAGE BUNSHIN NO JUTSU!!!!
Boft!!!
Kini nampaklah Naruto bersama jumlah bunshin yang ribuan banyaknya dan memutari Mizuki. Ternyata dia sukses mempelajari satu jutsu terlarang yag tertulis di gulungan tersebut.
“Apa?! Apa yang terjadi?!” ucap Mizuki terlalu terperanjat menyaksikan ribuan bunshin disekelilingnya.
“Ada apa? Bukankah kau mau membunuhku bersama sekali pukul?!” ucap Naruto bersama bunshin-bunshinnya.
‘Naruto, kau telah….” Iruka tercekat.
“Kalau begitu, saya jadi ya?!” serentak Naruto dan bunshinnya menampakan cengirannya dan menyerang Mizuki yang shock berat secarabersamaan.
“AHHHHHHHHH!!!!” teriak Mizuki keras.
*****
‘Hehe, dia terlalu menjadi seribu. Dan tiap-tiap adalah tubuh asli, dan bukan ilusi. Mungkin dia terlalu bisa melampaui hokage sebelumnya,’ ucap Iruka didalam hati bersama bangga. Terlukis senyum tipis dibibirnya menyaksikan Mizuki yang pingsan dan babak belur akibat serangan Naruto.
“Hehe, saya tak bisa kabur tidak jauh ya,” ucap Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Naruto, kemarilah. Ada suatu hal yang menghendaki kuberikan padamu,” pinta Iruka sejenak menghela nafas dan membenarkan posisi duduknya supaya lebih tegak.
Beralih ke kediaman hokage…
Nampak seluruh shinobi berkumpul di depan tempat tinggal Sandaime Hokage. Mereka repot mengupas Naruto.
“Seseorang menemukannya?”
“Tidak!”
“Sial! Ini gawat!”
“Dia pasti udah jauh sekarang!”
“Tidak ada yang harus dicemaskan,” ucap Sandaime Hiruzen meredam raut risau di muka para shinobi yang gagal mendapatkan keberadaan Naruto.
“???”
“Tuan hokage,” ucap seorang shinobi yang kepalanya seperti dipenuhi perban.
“Dia dapat segera kembali,” ucap Sandaime tersenyum tipis.
*****
“Sudah guru?” bertanya Naruto yang matanya terpejam.
“Oke, kau bisa terhubung matamu,” terdengar oleh Naruto ucapan Iruka. Dan perlahan dia terhubung mata. Hal pertama yang dilihat Naruto adalah Iruka yang tersenyum padanya tanpa pelindung kepala.
“Selamat, kau lulus,” ucap Iruka tulus. Naruto seakan tidak yakin bersama apa yang dia dengar. Angin berhembus seakan menghendaki mempunyai kabar mengenai perkataan Iruka barusan.
“Ayo kita rayakan! Akan kutraktir semangkuk ramen!” ajak Iruka bersama senyum penuh semangat. Namun, sekejap Iruka terheti menyaksikan raut muka Naruto yang seperti hendak menangis da secara tiba-tiba memeluk Iruka dikarenakan terharu.
Perjuangan Naruto untuk menjadi seorang shinobi, baru saja dimulai. Ya, dapat kusampaikan nanti saja di area ramen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *