Cerita Naruto Chapter 2 | Animasi

Cerita Naruto Chapter 2 | Animasi

Cerita Naruto Chapter 2 | Animasi

UZUMAKI NARUTO!!!

Cerita sebelumnya…..

*Flashback mode: on*

“GRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!”

Seekor ubah besar berekor Sembilan terlihat sedang mengamuk dan menghancurkan desa.

“Kita wajib bertahan sampai hokage ke-empat datang!!!” seru seorang shinobi yang penuh luka terhadap teman-temannya.

“Lepaskan aku!!! Ayah dan ibuku sedang bertarung!!!” jerit Iruka kecil yang sedang meronta-ronta melepaskan diri dari seorang shinobi yang membawanya menjauh dari tempat Kyuubi berada.

*Flashback mode: off*

*****

Tok! Tok!

Suara ketukan pintu menyadarkan lamunan Iruka. Iruka bergegas membuka pintu rumahnya dan melihat Mizuki disana.

“Ada apa?” tanya Iruka meliat kondisi Mizuki yang berantakan.

“Kita wajib segera ke tempat tuan hokage! Naruto… dia telah engambil gulungan segel terlarang!!” kata Mizuki. Iruka terlihat sangat terkejut mendengar pengakuan Mizuki barusan. Diapun bergegas menuju kediaman Sandaime Hiruzen.

Di kediaman Hokage…..

“Kita tidak dapat membiarka ini!!! Tuan hokage!!” seru seorang shinobi yang berada disamping seorang shinobi lainnya dengan penutup mata –sepert bajak laut- di mata kanannya.

“Ya, itu adalah gulungan segel terlarang dari hokage sebelumnya. Jika digunakan sembarang dapat bahaya. Sudah setengah hari sejak gulungan itu diambil. Kita wajib cepat temukan Naruto!!!” perintah Sandaime Hiruzen dengan jubah kagenya.

“Baik, tuan!!!” dengan serentak semua shinobi pergi melacak Naruto ke segala penjuru desa.

Seperti halnya yang lain. Iruka melacak Naruto ke segala penjuru desa. Nampak muka letihnya dan napasnya yang terengah-engah.

“…..!!! sebaiknya saya juga mencarinya di hutan,” ucap Iruka terhadap dirinya sendiri.

‘Aku akan menyebarkan berita ini ke semua desa dulu. Lalu kan kusingkirkan Naruto, seolah dia menghilang dengan gulungan itu,’ ucap Mizuki didalam hati sambil berlari dan menampakan senyum piciknya.

Di hutan….

Naruto terlihat terengah-engah dan babak belur sembari menggendong Gulungan segel terlarang di punggungnya. Dia terduduk dan kepalanya menunduk menatap tanah.

“Ketemu!” ucap Iruka sedikit membungkuk dan menatap Naruto dengan tersenyum. Naruto mendongakkan kepalanya mendengar ucapan gurunya tersebut.

“Hei! Aku bertemu dengan orang yag puas mimisan!” tuding Naruto ke arah Iruka dengan muka yang dipenuhi cengiran bodohnya.

“Bodoh! Aku menemukanmu!!!” kesal Iruka yang dituding layaknya itu oleh muridnya yang puas iseng itu. Iruka menghela napas. Dilihatnya muka Naruto yang tersenyum tanpa dosa dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“He he he, kau menemukanku. Aku hanya mempelajari satu jurus,” kata Naruto tetap dengan cengiran dan menggaruk kepalanya dengan polosnya.

“Hei! Kau terlihat babak belur. Apa yang kau melaksanakan di tempat ini?” tanya Iruka melihat kondisi tubuh muridnya.

“Hei hei, saya tidak apa! Aku kesini untuk coba jurus yang hebat! Kalau saya berhasi! Luluskan aku, ya?!” pinta Naruto penuh semangat. Iruka terkejut dengan penuturan Naruto.

‘Jadi dia kesini untuk berlatih? Tubuhnya penuh dengan luka,’ ucap Iruka didalam hatinya sambil melihat Naruto yang sedang bersiap merapal jurus.

“Naruto!”

“Hm?”

“Darimana kau mendapat gulungan itu?” tanya Iruka ke obyek mulanya melacak Naruto.

“Oh ini? Guru Mizuki yang memberitahuku dan juga tempatnya,” jawab Naruto menengok gulungan yang beraa dipunggungnya.

“Dia bilang jika saya tunjukkan jurus ini. Aku segera dapat lulus,” lanjutnya.

‘Mizuki?’ ucap Iruka didalam hati dengan ekspresi terkejut.

Syat!!!

Puluhan kunai tiba-tiba singgah ke arah Naruto dan Iruka. Naruto repleks terjatuh ke belakang akibat terkejut. Sedang kunai yang tepat mengarah ke Iruka tesebut, berusaha dihindari sampai-sampai Iruka terseret mundur ke belakang dan membentur sebuah bangunan –seperti rumah- dari kayu.

Rupanya puluhan kunai selanjutnya dilempar oleh Mizuki yang kini sedang berjongkok siaga di sebuah pohon yang tidak jauh dari Naruto dan Iruka.

“Kerjamu bagus dapat menemukan si bodoh itu!” seru Mizuki.

“Aku mengerti. Jadi ini yang terjadi,” kata Iruka dengan tatapan tajam kearah Mizuki. Tubuhnya sekarang dipenuhi luka akibat tusikan kunai di perut, kaki dan lengannya. Naruto yang tidak tahu apa-apa hanya kebingungan melihat ke dua gurunya trsebut.

“Naruto, serahkan gulungannya!” pinta Mizuki.

“Hah?! Tunggu!! Apa yang berlangsung disini? Hey?!” tanya Naruto kepada ke dua gurunya dengan muka yang penuh kebingungan.

“Naruto, apa-pun yang terjadi. Jangan serahkan gulungan itu!” seru Iruka kepada Naruto.

“Itu adalah gulungan berbahaya dan didalamnya tertulis ninjutsu terlarang! Misuki memanfaatkanmu untuk mendapatkannya!” tahu Iruka kepada Naruto yang kini sedang bangkit dari duduknya dan menatap kearah Mizuki.

“Naruto, kau tidak wajib mempunyai itu. Akan akau jelaskan yang sebenarnya,” kata Mizuki sebabkan Iruka terkejut.

“Ti.. tidak! Jangan!” seru Iruka meminta Mizuki menghentikan ucapannya.

“12 th. yang lalu, kau tahu bahwa kyuubi telah disegel kan?” tanya Mizuki terhadap Naruto yang terlihat tetap kebingungan.

“Sejak waktu itu, keputusan khusus dibikin didesa ini,” lanjut Mizuki.

“Aturan?” tanya Naruto.

“Tapi, keputusan ini tidak boleh diceritakan padamu,” tahu Mizuki lebih lanjut. Naruto terkejut.

“Padaku? Aturan apa itu? Ceritakan padaku!!” pinta Naruto meminta penjelasan terhadap Mizuki. Mizuki terlihat terkekeh.

“Apa yang disembunyikan dariku?” tanya Naruto lagi.

“Tidak satupun orang diperbolehkan berkata mengenai fakta bahwa kau adalah Kyuubi,” tahu Mizuki denga tajam.

“Apa? Apa maksudmu?!” tanya Naruto dengan ekspresi terkejut.

“Berhenti!!!!’ teriak Iruka. Dia tidak mengidamkan Naruto tahu kebenaran pahit mengenai dirinya. Namun, Mizuki tidak tersedia kemauan menghentikannya.

“Itu berarti bahwa kau adalah Kyuubi yang membunuh orangtua Iruka dan menghancurkan desa!!” tahu Mizuki. Naruto terkejut dan terdiam.

“Kau disegel oleh hikage yang kau bangga-banggakan dan..” lanjut Mizuki dengan tawa merendahkan Naruto.

“Hentikan!!!!” teriak Iruka lebih keras.

“Kau telah dibohongi oleh semua orang! Tidakkah kau menjadi aneh mengapa semua membencimu?” tuding Mizuki. Naruto berkhayal ucapan Mizuki. Ya, Naruto menjadi demikian, sejak kecil dia selamanya dijauhi oleh masyarakat desa.

“Iruka juga sama! Dia membencimu!” ucapan Mizuki selanjutnya sebabkan Naruto makin membelalakan matanya.

‘Sialan!!!’ ungkap Naruto didalam hatinya dengan penuh amarah.

“Dia tak pernah merasakan kasih sayang orangtua. Dan dia dibenci oleh semua masyarakat desa,’ ucsp Iruka didalam hati disela batuknya yang diakibatkan oleh luka yang dideranya.

“Tidak tersedia yang senang menerimamu!” seru Mizuki lantang dan bersiap melemparkan shuriken besar kearah Naruto.

‘Jadi untuk mendapat perhatian, dia sebabkan banyak masalah. Dia mengidamkan orang-orang mengakui keberadaannya, di tiap tiap kesempatan,’ucap inner Iruka mengenang semua ulah nakal Naruto dan merasakan kesepian dan perasaan sedih Naruto.

“Gulungan itulah yang digunangan untuk menyegelmu!!” tuding Mizuki lebih keras terhadap Naruto dan melemparkan shuriken besar itu tepat kearah Naruto.

‘Dia bertingkah layaknya itu. Tapi, memang dia menderita,’ ucap Iruka didalam pikirannya, mengingat kekonyolan naruto.

Blessh!!!

“Ugh!” Iruka mengaduh. Dia melindungi Naruto dari serangan Mizuki. Shuriken besar itu kini menancap di punggung Iruka. Naruto terkesiap melihat Iruka. Terlihat oleh Naruto mulut Iruka yang mengeluarkan darah akibat serangan Mizuki tersebut. Mizuki tak kalah terkejut melihat tindakan Iruka.

“Kenapa?” tanya Naruto dengan ekspresi yang sangat terkejut. Iruka menundukan kepalanya dalam.

“O… orangtuaku. Setelah mereka tiada, tidak tersedia seorangpun yang hiraukan atau menganggapku. Aku selamanya bertingkah layaknya ‘idiot’ hanya untuk mendapat perhatian orang lain. Kalaupun saya tidak bagus didalam pelajaran dan mengerjakan PR, itu lebih baik daripada tidak jadi siapapun. Jadi, saya tetap bertingkah layaknya ‘idiot’. Itu sangat menyakitkan,” ucap Iruka mengingat semua era kecilnya yang menyakitkan. Dia dijauhi semua orang, dan dia bertingkah hal yang mirip layaknya Naruto untuk melacak perhatian semua orang.

“Naruto, kau juga tentu sangat menderita. Maafkan aku, Naruto. Andai saya dapat lebih baik, kau tidak wajib menjamin semua ini,” lanjut Iruka ditengah tangisnya. Airmatanya menetes merasakan penderitaan Naruto. Naruto terkejut mendengan penuturan Iruka. Mizuki hanya terdiam melihat kondisi tersebut.

Naruto tersadar dan bangkit. Lalu berlalu menjauh dari Iruka.

“Naruto!!!” teriak Iruka.

“He he he, Naruto bukan tipe orang yang ringan berubah kondisi hatinya. Dan kupikir, Naruto sedang merencanakan pakai gulungan itu untuk balas dendam. Kau melihat matanya, kan? Mata dengan tatapan iblis,” ejek Mizuki menyepelekan Naruto.

Jleb!!

“Akh!!!” jerit Iruka tertahan sembari mencabut shuriken besar yang tertancaap di punggungnya.

“Naruto, bukan orang layaknya itu,” kata Iruka dengan napas yang terengah-engah. Nampak Naruto tetap berlari menjauhi mereka berdua.

“Ya, itu tidak sangat penting. Aku akan membunuhnya sekarang. Dan mendapatkan gulungan itu! Aku akan urus kau nanti,” ucap Mizuki dan berlari mengejar Naruto.

“Ugh! Tidak!” ucap Iruka berusaha bangkt dengan ada masalah payah untuk menghindar Mizuki.

*****

“Kita wajib membunuhnya! Sekarang kita wajib segera menemukannya sebelum saat dia melepaskan kekuatan iblis!” seru seorang shinobi dengan tudung kepala dan Mengenakan kacamata.

“Dia sangat berbahaya! Kalau ketemu, bunuh saja!!!” sambung shinobi lainnya.

Di didalam kediaman Sandaime hokage. Nampak Hiruzen Sarutobi sedang melihat sebuah bola kaca –seperti bola kaca paranormal- untuk mendeteksi keberadaan Naruto.

“Aku kutemukan!” serunya kepada dirinya sendiri yang melihat Naruto sedang berlari dengan mempunyai gulungan dipunggungnya.

‘Mizuki memberitahunya, dan sekarang dia merasakan was-was yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kekuatan yang tersegel barangkali akan lepas, dan dia juga mempunyai gulungan penyegelnya. Kemarahannya dapat menghancurkan segel dan mengubahnya jadi Kyuubi. Kemungkinan satu banding sejuta. Tapi itu mungkin! Dan andai itu terjadi,” renung Sandaime hokage didalam hatinya. Tampak beliau sedang berfikir keras.

Kembal ke hutan….

“Temukan dia!” seru Iruka.

“Naruto!!!” panggil Iruka yang kini mengejar Naruto. Naruto menoleh dan melihat Iruka yang hampir mendekatinya.

“Cepat, memberikan gulungan itu padaku! Mizuki sedang mengejarmu!” pinta Iruka kepada Naruto. Naruto berhenti melompat dan mengarah kepada iruka. Namun diluar dugaan, dia tambah menyerang Iruka dengan langkah menubruknya sampai Iruka terpental kebelakang.

Bruk!!!

Iruka terjatuh dan Naruto berusaha mendarat ke tanah, tapi dia terbentur ke sebuah pohon.

“Hah? Kenapa Naruto?” tanya Iruka berusaha bangun dari jatuhnya.

Boft!!!

“Bagaimana kau dapat tahu bahwa saya bukan Iruka?!” tanya Iruka palsu yang ternyata adalah Mizuki yang pakai ‘Henge no jutsu’.

“He he he,” ucap Naruto dengan cengirannya.

Boft!!!!

“Karena akulah Iruka,” seru Iruka yang melepaskan jutsu perubahannya. Ternyata dia berhasil mendahului Mizuki dan menyamar jadi Naruto palsu.

“Jadi begitu,” ucap Mizuki dengan cengirannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *