Cerita Naruto Chapter 1 | Animasi

Cerita Naruto Chapter 1

Cerita Naruto Chapter 1 | Animasi

UZUMAKI NARUTO!!!

(Ketika Kyuubi muncul, sabetan ekornya bisa menghancurkan gunung dan membuat Tsunami)

(Untuk melawan Kyuubi, orang-orang mengerahkan seluruh Shinobi dari desa. Seorang shinobi yang gagah berani sukses menyegel Kyuubi, namun dikarenakan itu dia kehilangan nyawanya. Shinobi itu adalah Hokage ke-empat)

*Kyuubi = Siluman ganti berekor Sembilan

Kondisi di Konohagakure pagi ituterlihat tenang. Namun, mari tengok gunung Monumen Hokage. Gunung yang berukir wajah-wajah para Hokage tersebut penuh bersama coretan-coretan.

“Wa ha ha ha ha!!!” Gelak seorang bocah yang menjadi biang keladi kejadian tersebut. Bocah yang bernama Uzumaki Naruto itu muncul asyik membuat lingkaran di keliru satu patung wajah hokage bersama memanfaatkan cat yang dia tenteng di tangan kirinya.

“TUAN HOKAGE!!!!” teriak seorang shinobi di sebuah kediaman. Lelaki tua yang dipanggil hokage muncul sedang menulis suatu hal sambil menghisap cerutu.

“Ada apa? apa Naruto membuat masalah lagi?” bertanya laki laki tersebut,-yang bernama Hiruzen Sarutobi- dan menghentikan kegiatannya.

“Ya, tuan. Dia mengakibatkan kerusakan monument hokage!!!” Jawab shinobi A.

“Kali ini bersama cat!!!” jadi shinobi B.

“Sigh,” Sandaime menghela nafas dan bergegas memakai pakaiannya menuju ke daerah Naruto berulah.

“HEI!!! BERHENTI MENGACAU!!!”

“BERHENTI MELAKUKAN ITU!!!”

“KAU AKAN MEMBAYAR INI!!!”

“LIHAT APA YANG DIA LAKUKAN!!!”

Begitulah segelintir ucapan dari orang-orang yang berupaya menghentikan tingkah bocah berambut orange tersebut. Mereka sedang berdiri diatas sebuah gedung dan muncul dibuat kesal oleh tingkah bocah itu. Namun, Naruto selamanya asyik bersama aktivitasnya bersama bergelayut di tali yang mengikatnya.

“DIAM KALIAN, BODOH!!! Tidak tersedia di antara kalian yang berani melakukan perihal seperti ini! Tapi aku melakukannya! Aku hebat!” seru anak itu bersama cengiran khasnya kepada orang-orang yang kesal tersebut.

“Apa sih yang dipikirkan si bodoh itu?” kata seseorang yang menyaksikan tingkah Naruto bersama heran. Nampak Sandaime Hiruzen udah hingga ditempat Naruto.

“Ng?” Sandaime muncul sedikit terkejut menyaksikan seseorang udah berdiri disampingnya bersama sebelah kaki menginjak pagar pembatas gedung.

“Tuan hokage, maafkan aku perihal ini,” ucap pria denan bekas luka dihidungnya tersebut.

“Oh, Iruka!” ucap Sandaime Hiruzen sesudah mengenali orang tersebut.

“Fuuuuuuuh,” Iruka mengambil nafas dalam-dalam.

“Apa yang kau melakukan saat jam pelajaran dimulai?! TURUN DARI SANA, BODOH!!!!” teriak Iruka terhadap ulah anak didiknya tersebut. Ternyata Naruto adalah keliru seorang anak didik Iruka yang membolos dari jam pelajaran dan jadi membuat onar di desa bersama mencoret-coret monument hokage bersama cat.

“Oh tidak! Itu guru Iruka!” ucap Naruto kelabakan.

Beralih ke situasi kelas…..

Nampak Iruka dan teman-teman satu angkatannya menatap Naruto yang sedang terikat bersama tali. Wajah Naruto muncul kesal diperlakukan seperti itu.

“Bleh!” ucapnya memalingkan wajah dari Iruka-sensei.

“Besok adalah hari kelulusan ninja dank au udah gagal 2 kali!!! Ini bukan saatnya membuat masalah! BODOH!!” tuding Iruka bersama keras.

“Peduli amat…” ketus Naruto dan muncul cuek terhadap ocehan gurunya tersebut. Iruka muncul dibuat geram oleh ucapan Naruto.

“Waktunya tes “Henge nomor jutsu”! seluruhnya bersiaplah!” seru Iruka terhadap seluruh anak didiknya.

“Apaaaaaaa?!” seru seluruh murid kaget. Tidak kalau Naruto yang hingga melotot dikarenakan saking terkejutnya.

“Berubahlah menjadi diriku yang sempurna,” lanjut Iruka.

Psssssssssshhhhhhhh…..

“Sip, bagus,” puji Iruka terhadap keliru satu anak didiknya yang bisa berubah diri menyerupai dirinya.

“Selanjutnya , Uzumaki Naruto!”

‘Ini seluruh salahmu…..”

“Kau pembawa sial….”

Naruto mengingat sebagian tuduhan yang ditujukan oleh sebagian temannya kepada dirinya.

“Ini sih gampang! Ok, ayo kita mulai!”

TREK…

Naruto tersenyum dan membenarkan letak kacamatanya –seperti kaca mata renang- yang berwarna hijau dan tersenyum penuh yakin diri.

“HENGE NO JUTSU!!!” seru Naruto sambil merapal jutsu. Iruka muncul berdiri di depannya sambil mempunyai kertas untuk member nilai.

Boft….

Naruto-pun berubah, namun tidak menjadi Iruka. Tetapi menjadi perempuan muda genit bersama mengedipkan mata dan melempar kissbye ke arah Iruka. Iruka melongo dan langsung mimisan hebat sesudah menyaksikan hasil perubahan dari Naruto.

“Wahahahaha! Kusebut itu “Oiroke nomor jutsu”!!! gelak Naruto menyaksikan gurunya.

Suasana hening sebagian saat..

“Bodoh kau! Jangan mencoba-coba jurus gila!!!” teriak Iruka tepat di hadapan Naruto. hidungnya muncul disumpat bersama kapas, akibat mimisan hebat yang di deranya sebagian saat lalu.

********

Nampak seorang bocah berdiri di sebuah kayu bersama tali –semacam lift- bersama handuk dan ember memuat air disampingnya. Si bocah Uzumaki tersebut muncul sedang bersihkan coretan-coretan di monument hokage hasil ulah perbuatannya sambil diawasi oleh gurunya –Umino Iruka-.

“Aku tidak akan membiarkanmu pulang sebelum akan seluruhnya lagi seperti semuala,” ucap Iruka.

“Kau piker tersedia yang mencemaskanku kalau aku tidak langsung pulang ke rumah?!” seru Naruto dari bawah, menatap gurnya bersama wajah kesal.

“Heh!” Naruto menghela nafas, kemudian menundukan kepalanya. ENtah kenapa, Iruka yang menyimak Naruto seperti itu. Terlihat seperti iba dan mulai kasihan. Ya! Iruka menyadari situasi Naruto yang yatim piatu, dikarenakan Iruka juga serupa seperti Naruto.

“Naruto…” ucap Iruka.

“Apa?” bertanya Naruto mendongakkan kepalanya dan menunjukan ekspresi tidak suka.

“Yah, emm…. Kalau seluruhnya udah beres, aku akan men-traktirmu ramen nanti malam,” jawab Iruka menggaruk pipinya yang tidak gatal. Mendengar ucapan Iruka, seketika wajah Naruto berubah menjadi sumringah.

“OKE!!! Aku akan bekerja sebaik mungkin!!!!

Malam harinya….

Sesuai janjinya, Iruka mengajak Naruto makan di sebuah kedai Ramen bernama Ichiraku Ramen. Keduanya muncul menikmati ramen masing-masing.

“Naruto..” ucap Iruka memulai pembicaraan.

“Hah?” bertanya Naruto sambil asyuk menyeruput mie ramen.

“Mengapa kau melakukan itu terhadap monumen? Apakah kau tidak menyadari siapa hokage?” bertanya Iruka.

“Tentu saja aku tahu! Pada dasarnya barang siapa yang menyandang gelar hokage adalah shinobi yang terkuat di desa, kan?” kata Naruto disela-sela makannya.

“Dan di antara mereka, hokage ke-empat adalah pahlawan yang menyelamatkan desa dari Kyuubi.”

“Lalu kenapa?” bertanya Iruka lagi.

“Tentu saja, suatu hari nanti aku akan dijuluki hokage. Dan akan melampaui hokage-hokae terdahulu!!! Lalu mereka akan mengakui keberadaanku!!!” seru Naruto menunjukan sumpit makannya kehadapan Iruka bersama penuh keyakinan.

“Emm, guru Iruka! Aku punyai satu permintaan,” cengir Naruto bersama ke-2 telapak tangan menyatu sepert memohon.

“Apa? Kau idamkan jadi ramen lagi?” tebak Iruka.

“Tidak! Bolehkah aku pinjam pelindung kepalamu itu?” pinta Naruto bersama penuh harap.

“Oh ini? Tidak, tidak boleh! Kau boleh memanfaatkan ini sesudah kau lulus. Ini juga symbol bahwa kau udah dewasa. Mungkin kau bisa mendapatkannya besok,” ucap Iruka sampil memegang pelindung kepala miliknya.

“PELIT!!!!!” ucap Naruto kesal.

“Haha, menjadi dikarenakan itu kau terlepas kacamatamu,” tawa Iruka.

“Tunggu sebentar..”

“Apa?”

Keesokan harinya….

Hari ini adalah tes terakhir pilih kelulusan tingkat Akademi ninja. Naruto muncul malas-malasan ditempat duduknya.

“Untuk bisa lulus. Kalian mesti menguasai “Bunshin nomor jutsu”. Setelah itu, baru kalian bisa studi ke langkah selanjutnya,” menyadari Iruka.

*Bunshin = Klon

‘Oh tidak! Jangan yang satu itu. Sial! Itu jurus yang paling tidak bisa kukuasai’ jerit Naruto didalam hati bersama penuh kepanikan. Wajahnya muncul awut-awutan dikarenakan takutnya.

Tibalah saat ujian. Nmpak Iruka dan seorang penguji lainnya –Mizuki- bersama rambut peraknya menyimak Naruto yang sedang bersiap-siap.

‘Tapi, aku akan melakukannya! Lihat saja in!!!’ teriak Naruto didalam hati sambil merapal jutsu.

“BUNSHIN NO JUTSU!!!!”

Boft……..

Jadilah bunshin Naruto yang amat aneh. Bentuknya memng Naruto namun terlihat terkulai lemah dilantai seperti orang yang mabuk darat. Wajah Naruto dan Iruka yang menyaksikan bunshin tersebut juga tak kalah aneh.

“Gagal!!!” seru Naruto yang jatuh terjungkal menyaksikan hasil bunshinnya.

“Iruka, ini udah ketiga kalinya. Dan dia udah sukses membuat satu bunshin. Kita bisa membiarkannya lewat,” ucap Mizuki membuat Naruto muncul senang dan menghendaki lulus kali ini.

“Tidak Mizuki! Yang lain sukses membuat dua bunshin. Dan Naruto hanya membuat satu. Satu-pun tidak sempurna. Aku tidak bisa membiarkannya lewat,” kata Iruka. Naruto kesal dan muncul geram mendengar ucapan Iruka.

******

Dari sebuah ayunan kecil. Nampak Naruto tertunduk diam menyimak teman-temannya yang senang dikarenakan sukses lulus dari Akademi ninja.

“Kerja bagus! Itu baru anakku!”

“Kau udah menjadi laki-laki sekarang, ya!”

“Aku bangga sekali denganmu! Nanti malam akan aku buatkan makanan kesukaanmu!”

Dari kejauhan, Naruto muncul sedih dan menyendiri dari keramaian.

“Hei! Bocah itu..”

“Iya, dia satu-satunya yang gagal!”

“Yah, lumrah saja.”

“Dia tidak akan menjadi shinobi.”

“Dia itu kan…”

“Sssst, jangan membicarakan perihal itu.”

Naruto hanya bisa pergi mendengar ocehan ibu-ibu yang sedang membicarakannya. Sejak awal, dia udah miliki kebiasaan dibenci oleh masyarakat didesanya.

“Aku mesti berbicara denganmu, Iruka,” kata Sandaime Hiruzen.

“Baik, tuan!” jawab Iruka di antara keramaian orang-orang.

*******

“Naruto,”

“Guru Mizuki!”

Suasana tidak sama di desa. Nampak Naruto sedang bersama Mizuki duduk di sebuah atap rumah.

“Iruka adalah orang yang serius. Orangtuanya terbunuh saat dia tetap kecil, dan dia mengurus seluruhnya sendiri,” menyadari Mizuki.

“Tapi kenapa sepertinya dia hanya keras padaku?” bertanya Naruto perihal perlakuan Iruka. Mizuki tersenyum.

“Dia barangkali menyaksikan kamu itu dirinya,” jawab Mizuki. Nmpak Naruto tekejut bersama jawaban Mizuki.

“ Mungkin dia berpikir, dia idamkan melihatmu menjadi kuat. Cobalah untuk menyadari perasaan Iruka. Kalian sama-sama tidak punyai orangtua,” tutur Mizuki.

Naruto muncul terdiam sesaat…

“Tapi aku amat menghendaki bisa lulus,” ucap Naruto pelan.

“Kalau masalah itu. Aku akan memberitahumu sebuah rahasia,” kata Mizuki.

“Hah?!”

Malam harinya, muncul bulan sedang purnama. Naruto menyelinap masuk kedalam tempat tinggal Sandaime hokage bersama hati-hati.

“Apa yang kau melakukan di rumahku malam-malam begini?” bertanya Sandaime yang tepat berdiri dibelakan Naruto. Naruto terkejut dan menoleh kebelakang.

“OIROKE NO JUTSU!!!!!”

“Hah?!”

Naruto sukses kabur sesudah memanfaatkan Oiroke No jutsu kepada Sandaime Hokage. Terlihat Sandaaime terkapar bersama darah yang terus mengalir dari hidungnya akibat mimisan.

Naruto masuk ke didalam ruangan yang penuh bersama gulungan-gulungan keras dan mencari sesuatu.

“Ketemu!!!” serunya sesudah mendapatkan apa yang di cari.

“Naruto melompat muncul dari jendela tempat tinggal Sandaime hokage. Dari kejauhan, Mizuki bersembunyi sambil menyimak Naruto yang mempunyai sebuah gulungan besar dipunggungnya bersama senyum licik.

Naruto berlari dan berhenti di sebuah daerah tersembunyi yang dilindungi oleh pepohonan. Kemudian Naruto membuka surat gulungan tersebut.

“Ayo kita lihat! Jurus pertama adalah “Kage bunshin nomor jutsu”? Apa itu? Kenapa penjelasannya sukar sekali?” bertanya Naruto kepada dirinya sendiri.

*Kage bunshin = Klon bayangan

Beralih ke kediaman Iruka. Nampak Iruka sedang menatap bulan sambil berbaring di ranjangnya dan mengingat perbncangannya bersama Sandaime hokage.

“Iruka….”

“Ya, tuan hokage?”

“Aku amat menyadari apa yang kau rasakan. Tapi, dia sangant serupa denganmu.”

Wajah Iruka tiba-tiba berubah menjadi sendu…

*Flashback mode: on*

“GRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!”

Seekor ganti besar berekor Sembilan terlihat sedang mengamuk dan menghancurkan desa.

“Kita mesti bertahan hingga hokage ke-empat datang!!!” seru seorang shinobi yang penuh luka terhadap teman-temannya.

“Lepaskan aku!!! Ayah dan ibuku sedang bertarung!!!” jerit Iruka kecil yang sedang meronta-ronta melewatkan diri dari seorang shinobi yang membawanya menghindari dari daerah Kyuubi berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *