Anime Yang Bikin Gemas 2020

Anime Yang Bikin Gemas 2020

Setelah menjadi penikmat anime selama tiga th. lamanya, jam terbang aku terbilang sudah lumayan banyak didalam perihal saksikan anime. Setidaknya ada 150 lebih judul anime yang sudah aku tonton, dan lebih dari satu judul yang aku baca novel dan juga manga-nya. Nyatanya, tidak semua karakter didalam anime dilukiskan sebagai sosok yang overpower dan berguna, ada juga karakter yang hanya menjadi beban.

Karakter beban, maksudnya gimana? Gini, coba kalian berselancar di medsos dan nyari meme mengenai Sakura Haruno. Iya, aku tau jika dia ninja medis nomer satu di Konoha dan kemungkinan semua negara ninja di Naruto. Tapi, sebelum akan dia menggapai predikat itu, biasanya dia (katanya) hanya nongol bikin bucin dan menjadi beban. Bahkan ada yang bikin meme jika Kuchiyose nomer jutsu milik Sakura ada dua jenis, yang satu terlihat Katsuyu, yang satunya kembali keluarnya Naruto. Nah, karakter beban itu kurang lebih kek gitu.

Kalau kebetulan berjumpa karakter yang begini, aku wajib mencegah diri untuk tidak misuh–misuh kala saksikan anime-nya. Lagi pula aneh juga jika geregetan sendiri di hadapan layar.

Berikut ini lebih dari satu karakter useless yang berhasil membuat aku misuh-misuh di hadapan layar biarpun aku sudah mencoba mencegah diri.
Kohaku, InuYasha

Bagi pengagum anime sejak zaman dahulu, tentu sudah tidak asing bersama anime bergenre reverse isekai yang satu ini. Bagi saya, InuYasha adalah serial terbaik yang dulu aku tonton. Kohaku sendiri adalah adik kandung berasal dari Sango, salah satu bagian geng Inuyasha. Kohaku dibunuh, dihidupkan kembali, dimanipulasi lantas dijadikan boneka oleh sang villain, Naraku.

Yang bikin aku gemas adalah Kohaku ini lemah mental. Padahal kan dia laki-laki. Saya memahami dia jadi berdosa dikarenakan sudah membunuh bapak dan juga pasukan pemburu siluman lainnya, tetapi kan itu dikarenakan dia dimanipulasi. Selama dia dijadikan boneka, dia membuat Sango tidak berhenti mengkhawatirkannya, yang terhadap selanjutnya membuat Sango lalai kala tengah bertarung.

Dan tak jarang Kohaku terlihat di hadapannya sebagai seorang musuh yang membuat luka hati Sango melebar dan menjadikan perihal selanjutnya sebagai titik lemah Sango didalam pertempuran. Dan lagi, Kohaku nggak sanggup hidup tanpa pecahan bola suci Shikon. Kalau pecahannya terlepas, dia dapat mati. Kalau pecahannya ditempelin kembali di tengkuknya, dia dapat hidup lagi. Ah, sudah menjadi beban untuk Sango, nyawanya sanggup pulang-pergi pula, ribetnya.
Emilia, Re:zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu

Serial bergenre dunia lain ini tenar dapat keunikannya. Di cerita bergenre yang sama, biasanya tokoh utama yang tertransfer ke dunia lain itu diberkati kemampuan yang berlebihan. Sedangkan di cerita ini, Subaru Natsuki, si tokoh utama hanya diberi kemampuan untuk bangkit berasal dari kematian. Dan karakter beban yang ada di serial ini adalah Emilia, si heroine alias karakter utama perempuan yang berhasil membuat Subaru jatuh cinta.

Saya itu paling geregetan jika menyaksikan karakter perempuan yang hobinya ngerepotin. Nggak ada emansipasinya serupa sekali gitu. Dan Emilia adalah perwujudan ideal berasal dari perihal tersebut. Bagaimana nggak beban, dia ini manja dan hanya sanggup merengek. Saya menjadi heran kenapa Subaru sanggup jatuh cinta dengannya, padahal Rem lebih baik daripada Emilia.

Dari awal sampai akhir cerita, pengorbanan yang dilaksanakan Subaru hanyalah hanya untuk merawat Emilia. Untung sekaligus sialnya, Subaru sanggup bangkit berasal dari kematian. Dari yang aku baca dan tonton berasal dari novel dan anime-nya, sudah sangat banyak Subaru depresi demi menyelamatkan Emilia. Subaru juga mengorbankan perasaan Rem, perempuan yang jatuh cinta padanya, demi fokus menyelamatkan Emilia. Selama saksikan anime ini, aku gemas bukan main menghadapi kenyataan betapa useless-nya Emilia.
Eren Yeager, Shingeki nomer Kyojin

Tanpa wajib aku ceritakan latar ceritanya, para penikmat anime tentu sudah nggak asing kembali bersama anime yang satu ini. Saya percaya Eren itu beban. Setelah aku menjelaskan begini, bisa-bisa aku dihujat serupa para pendukung Faksi Yeager. Bagaimana nggak beban, Eren itu egois, kekanakan, hobi teriak, dan semua kemauannya wajib dituruti.

Cuma dikarenakan kebetulan dia menjadi pemeran utama, senang nggak senang ceritanya wajib mengalir bersandingan bersama penokohannya. Eren juga keseringan diculik. Dan tiap kali dia diculik, Pasukan Survey Corps wajib mengorbankan puluhan orang untuk menyelamatkannya. Bahkan sehabis dia sanggup mengendalikan kemampuan titan yang dimilikinya bersama sepenuhnya, dia selalu dan jadi semakin menjadi beban pikiran untuk teman-temannya.

Dan di konsep Rumbling yang sudah setengah jalan, lagi-lagi Eren nggak senang mendengarkan pendapat teman-temannya. Bagi lebih dari satu orang, ketetapan Rumbling Eren adalah ketetapan yang tepat. Tapi, di mata saya, ketetapan itu hanya kepuasan dan keserakahan Eren semata. Makanya dia itu beban. Sayang banget, padahal dia karakter utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *